Sunday, 5 October 2014

Air Mata Haru Usai Tim HWC Indonesia Penuhi Nazar Main 36 Jam Nonstop

Jakarta - Di lapangan mungil di bawah jembatan layang Pasupati, Bandung, Sabtu (4/10/2014) sore, hadir kehebohan kecil. Sekumpulan orang terlihat bersujud syukur lalu saling peluk penuh haru. Mereka adalah tim Indonesia untuk Homeless World Cup 2014 yang baru saja selesai bermain street soccer selama 36 jam nonstop untuk memenuhi nazar.

Seperti beberapa tahun terakhir, tahun ini Indonesia akan kembali berpartisipasi dalam perhelatan Homeless World Cup (HWC), sebuah turnamen untuk kaum termarjinalkan. Melibatkan puluhan negara, sehingga punya nuansa ala Piala Dunia, para partisipan turnamen street soccer itu diharapkan dapat mengalami perubahan positif sebagai bekal diri di kemudian hari.

Tim Indonesia sendiri, melalui proses seleksi yang dilakukan Rumah Cemara selaku national organizer, sudah dibentuk sejak Agustus lalu. Lewat proses roadshow dalam konsep League of Change (Loc) di 9 provinsi di Indonesia, yang digelar sedari Juli, delapan orang sudah terpilih. Setelah itu pemusatan latihan di bawah pimpinan pelatih Bonsu Hasibuan dan pelatih fisik Bogiem Sofyan pun dilakukan di Bandung.

Akan tetapi, usaha menuju Santiago, Chile--tempat Homeless World Cup 2014 kali ini dihelat pada 19-26 Oktober--lalu menemui kendala dana. Di sinilah tercetus janji akan bermain street soccer selama 36 jam nonstop seandainya masalah ini teratasi. Pada akhirnya kendala itu berhasil dilewati, tim dipastikan berangkat ke Chile, dan pelaksanaan nazar, yang turut digunakan sebagai persiapan akhir menjelang pemberangkatan, pun dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 3-4 Oktober.

"Kita mulai dari hari kemarin (Jumat) jam 4.00 Subuh dan akan finis jam 4 sore," tutur Manajer tim Indonesia untuk HWC 2014 Febby Lorentz pada saat pelaksanaan nazar tersebut di lapangan Bawet, Bandung.

Salah satu tim yang ikut menjajal tim Indonesia HWC 2014 ini adalah band papan atas Indonesia Changcuters--yang sebelumnya juga turut berperan dalam proses penggalangan dana tim ini. Datang dengan gaya khas mereka, Tria dkk. tak cuma ikut menyepak si kulit bundar di lapangan street soccer melainkan juga melontarkan pesan dan harapannya. "(Di Chile) Jangan ada beban, main lepas, fokus. Semoga setelah pulang bisa membawa perubahan untuk dirinya sendiri dan orang di sekitarnya."(detikSport)

No comments:

Post a Comment