Liverpool - Manajer Real Madrid, Carlo Ancelotti,
memprediksikan pertandingan seru antara Liverpool dan Real Madrid. Dia
juga menyebut, kedua tim bakal bermain dalam tempo tinggi.
Liverpool dan Madrid sudah pernah bertemu tiga kali di ajang Liga Champions (dulu Piala Champions). Namun, tidak satu kali pun Madrid bisa mengalahkan Liverpool. Malah, Madrid selalu menelan kekalahan.
Ancelotti mengaku heran melihat Liverpool dan Madrid jarang berjumpa di turnamen antarklub Eropa. Padahal, kedua tim bisa dibilang masuk "Level A" dalam jajaran klub-klub top Eropa.
Acuannya apalagi kalau bukan raihan trofi. Madrid adalah pengoleksi gelar terbanyak Liga Champions dengan 10 gelar. Sementara Liverpool adalah klub yang paling banyak mengoleksi gelar Liga Champions di tanah Inggris dengan lima gelar Liga Champions.
"Melihat betapa besarnya kedua klub, rasanya agak aneh kedua klub tidak banyak bertemu di laga-laga resmi," ujar Ancelotti di situs resmi UEFA.
"Tapi, Anda akan melihat permainan yang indah. Saya pikir, Anda akan menyaksikan sebuah laga yang seru, sebuah pertandingan di mana kedua klub memainkan sepakbola atraktif."
"Pertandingan akan berjalan dalam tempo tinggi dan dinamis. Kami akan mengeluarkan kemampuan terbaik kami untuk mendapatkan tiga poin," kata Ancelotti.
Pertemuan terakhir Liverpool dan Madrid di Liga Champions terjadi pada perdelapanfinal musim 2008/2009. Ketika itu, Liverpool menang 1-0 di Santiago Bernabeu dan menang 4-0 di Anfield.
Jika ditambah pertemuan pada final Piala Champions tahun 1981, maka makin buruklah catatan Madrid terhadap Liverpool. Kala itu, Madrid kalah 0-1, membuat mereka belum pernah membobol gawang Liverpool di kancah Liga/Piala Champions.
Kolomnis ESPNFC, Michael Cox, meyakini bahwa duel antara Liverpool vs Madrid tidak hanya akan jadi duel taktikal, tetapi juga teknikal, mengingat kedua klub dimotori oleh gelandang-gelandang seperti Toni Kroos dan Luka Modric (Madrid), serta Steven Gerrard (Liverpool). Ketiganya bukanlah tipe gelandang yang mengandalkan kekuatan fisik, tapi punya kemampuan teknik mumpuni.
Di luar itu, Madrid diprediksi bakal mewaspadai kecepatan Raheem Sterling yang cukup bagus untuk dimainkan dalam pola-pola permainan direct.(detikSport)
Liverpool dan Madrid sudah pernah bertemu tiga kali di ajang Liga Champions (dulu Piala Champions). Namun, tidak satu kali pun Madrid bisa mengalahkan Liverpool. Malah, Madrid selalu menelan kekalahan.
Ancelotti mengaku heran melihat Liverpool dan Madrid jarang berjumpa di turnamen antarklub Eropa. Padahal, kedua tim bisa dibilang masuk "Level A" dalam jajaran klub-klub top Eropa.
Acuannya apalagi kalau bukan raihan trofi. Madrid adalah pengoleksi gelar terbanyak Liga Champions dengan 10 gelar. Sementara Liverpool adalah klub yang paling banyak mengoleksi gelar Liga Champions di tanah Inggris dengan lima gelar Liga Champions.
"Melihat betapa besarnya kedua klub, rasanya agak aneh kedua klub tidak banyak bertemu di laga-laga resmi," ujar Ancelotti di situs resmi UEFA.
"Tapi, Anda akan melihat permainan yang indah. Saya pikir, Anda akan menyaksikan sebuah laga yang seru, sebuah pertandingan di mana kedua klub memainkan sepakbola atraktif."
"Pertandingan akan berjalan dalam tempo tinggi dan dinamis. Kami akan mengeluarkan kemampuan terbaik kami untuk mendapatkan tiga poin," kata Ancelotti.
Pertemuan terakhir Liverpool dan Madrid di Liga Champions terjadi pada perdelapanfinal musim 2008/2009. Ketika itu, Liverpool menang 1-0 di Santiago Bernabeu dan menang 4-0 di Anfield.
Jika ditambah pertemuan pada final Piala Champions tahun 1981, maka makin buruklah catatan Madrid terhadap Liverpool. Kala itu, Madrid kalah 0-1, membuat mereka belum pernah membobol gawang Liverpool di kancah Liga/Piala Champions.
Kolomnis ESPNFC, Michael Cox, meyakini bahwa duel antara Liverpool vs Madrid tidak hanya akan jadi duel taktikal, tetapi juga teknikal, mengingat kedua klub dimotori oleh gelandang-gelandang seperti Toni Kroos dan Luka Modric (Madrid), serta Steven Gerrard (Liverpool). Ketiganya bukanlah tipe gelandang yang mengandalkan kekuatan fisik, tapi punya kemampuan teknik mumpuni.
Di luar itu, Madrid diprediksi bakal mewaspadai kecepatan Raheem Sterling yang cukup bagus untuk dimainkan dalam pola-pola permainan direct.(detikSport)

No comments:
Post a Comment