Santiago - Sejak pertama kali digagas di tahun 2003, Homeless World Cup (HWC) menjadikan sepakbola sebagai medium untuk sebuah perubahan buat para pesertanya. Di sini, semua pemain adalah pemenang.
Demikian motto yang selalu ditegaskan oleh co-founder HWC, Mel Young, seorang pengusaha berkebangsaan Skotlandia, yang ingin "mengangkat derajat" para tuna wisma (homeless) supaya meraih jalan dan kesempatan berkehidupan yang lebih baik.
Seiring dengan perjalanannya, para pemain HWC meluas tidak semata-mata dari kalangan homeless, tapi juga kalangan ODHA (pengidap virus HIV/AIDS), (eks) pemakai narkoba, dan kalangan miskin kota.
Indonesia melalui LSM Rumah Cemara adalah negara yang memelopori masuknya kalangan ODHA dan eks pemadat ke dalam turnamen ini. Rumah Cemara menjadi national organizer timnas Indonesia di HWC sejak 2011. Berturut-turut pencapaian Indonesia di turnamen ini adalah peringkat ke-6 (2011), semifinalis (2012), dan perempatfinalis (2013).
Pihak penyelenggara menyebutkan, visi turnamen ini adalah untuk mengubah kehidupan kalangan homeless melalui sepakbola. Faktanya, ratusan ribu pemain yang pernah mengikuti HWC berhasil membuat perubahan dalam hidupnya.
"One team will win the Homeless World Cup, but in reality everyone is a winner -- Satu tim akan menjuarai HWC, tapi dalam kenyataannya semua orang adalah pemenang". Demikian sebuah pesan utama dari kompetisi ini, sebagaimana tertuang dalam situs resmi turnamen.
Menurut manajer timnas HWC Indonesia, Febby Arhemsyah, alumnus HWC dari tanah air telah mendapatkan kebaikan dari pengalaman mereka mengikuti turnamen tersebut.
"Alhamdulillah, sebagian besar pemain HWC kita telah mendapatkan semangat lebih baik untuk mengubah hidupnya. Ukuran hidup yang lebih baik itu tidak mesti materi ya. Tapi saat ini mereka sudah punya pekerjaan, berkeluarga, ada yang punya usaha sendiri, terbebas dari kecanduan mereka, ada pula yang masuk timnas futsal, dan lain-lain," terang Febby.
Sedikitnya adalah 5 hasil yang dicapai dari HWC, yang membuktikan bahwa sepakbola memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan individu-individunya di seluruh dunia:
- 94% pemainnya memiliki motivasi baru untuk kehidupannya.
- 71% pemainnya telah berhasil mengubah kehidupannya secara signifikan.
- 71% pemainnya terus bermain sepakbola.
- 83% pemainnya berhasil meningkatkan hubungan sosialnya.
- 40 juta dolar telah dihasilkan melalui penggalanan dana sosial.
Setiap tahun HWC selalu mendapatkan duta-duta internasional baru dari figur-figur terkenal. Tahun ini, yang diadakan di Santiago, Chile, dua di antaranya adalah eks pemain internasional Prancis, Emmanuel Petit, dan kapten timnas Skotlandi yang saat ini bermain untuk Celtic, Scott Brown.(detikSport)
Demikian motto yang selalu ditegaskan oleh co-founder HWC, Mel Young, seorang pengusaha berkebangsaan Skotlandia, yang ingin "mengangkat derajat" para tuna wisma (homeless) supaya meraih jalan dan kesempatan berkehidupan yang lebih baik.
Seiring dengan perjalanannya, para pemain HWC meluas tidak semata-mata dari kalangan homeless, tapi juga kalangan ODHA (pengidap virus HIV/AIDS), (eks) pemakai narkoba, dan kalangan miskin kota.
Indonesia melalui LSM Rumah Cemara adalah negara yang memelopori masuknya kalangan ODHA dan eks pemadat ke dalam turnamen ini. Rumah Cemara menjadi national organizer timnas Indonesia di HWC sejak 2011. Berturut-turut pencapaian Indonesia di turnamen ini adalah peringkat ke-6 (2011), semifinalis (2012), dan perempatfinalis (2013).
Pihak penyelenggara menyebutkan, visi turnamen ini adalah untuk mengubah kehidupan kalangan homeless melalui sepakbola. Faktanya, ratusan ribu pemain yang pernah mengikuti HWC berhasil membuat perubahan dalam hidupnya.
"One team will win the Homeless World Cup, but in reality everyone is a winner -- Satu tim akan menjuarai HWC, tapi dalam kenyataannya semua orang adalah pemenang". Demikian sebuah pesan utama dari kompetisi ini, sebagaimana tertuang dalam situs resmi turnamen.
Menurut manajer timnas HWC Indonesia, Febby Arhemsyah, alumnus HWC dari tanah air telah mendapatkan kebaikan dari pengalaman mereka mengikuti turnamen tersebut.
"Alhamdulillah, sebagian besar pemain HWC kita telah mendapatkan semangat lebih baik untuk mengubah hidupnya. Ukuran hidup yang lebih baik itu tidak mesti materi ya. Tapi saat ini mereka sudah punya pekerjaan, berkeluarga, ada yang punya usaha sendiri, terbebas dari kecanduan mereka, ada pula yang masuk timnas futsal, dan lain-lain," terang Febby.
Sedikitnya adalah 5 hasil yang dicapai dari HWC, yang membuktikan bahwa sepakbola memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan individu-individunya di seluruh dunia:
- 94% pemainnya memiliki motivasi baru untuk kehidupannya.
- 71% pemainnya telah berhasil mengubah kehidupannya secara signifikan.
- 71% pemainnya terus bermain sepakbola.
- 83% pemainnya berhasil meningkatkan hubungan sosialnya.
- 40 juta dolar telah dihasilkan melalui penggalanan dana sosial.
Setiap tahun HWC selalu mendapatkan duta-duta internasional baru dari figur-figur terkenal. Tahun ini, yang diadakan di Santiago, Chile, dua di antaranya adalah eks pemain internasional Prancis, Emmanuel Petit, dan kapten timnas Skotlandi yang saat ini bermain untuk Celtic, Scott Brown.(detikSport)
No comments:
Post a Comment