Tuesday, 21 October 2014

Emosi Buyarkan Fokus Arema

Jayapura - Arema pulang dari Jayapura dengan membawa kekalahan 1-2. Meski sudah mempersiapkan diri dengan matang, segala rencana yang disiapkan tidak berjalan dengan lancar dan mereka pun kalah dari Persipura.

Bertanding di Stadion Mandala, Jayapura, Selasa (21/10/2014), Arema unggul lebih dulu lewat gol Cristian Gonzales di menit ke-27. Namun, Persipura yang meningkatkan tempo permainan setelah gol tersebut bangkit dan membalikkan keadaan. Dua gol dicetak oleh 'Tim Mutiara Hitam' lewat Ian Kabes dan Robertino Pugliara, membuat mereka memastikan kemenangan 2-1.

Pelatih Arema, Suharno, mengatakan bahwa timnya sudah dipersiapkan untuk menghadapi permainan cepat Persipura. Para pemain Arema juga sudah diinstruksikan untuk menguasai lini tengah, namun tensi tinggi pertandingan membuat emosi para pemain Arema tersulut.

Suharno menyebut, emosi yang tersulut itu membuat konsentrasi buyar. Puncaknya adalah insiden keributan antarpemain menjelang akhir babak kedua.

"Anak-anak memang sudah dipersiapkan secara teknik, lambat maupun cepat, dalam menghadapi Persipura, dan ternyata teknik yang diterapkan sangat manjur. Terbukti kami dapat menciptakan gol pada babak I."

"Memasuki babak kedua, kami berusaha menguasai lini tengah, namun emosi anak-anak mulai terlihat bahkan sampai terjadi insiden tersebut dan lemparan dari penonton. Akhirnya membuat kondisi anak-anak terpancing emosinya," ujarnya seusai laga.

Persipura sendiri tampil tanpa ditemani Jacksen F. Tiago. Pelatih asal Brasil tersebut mengaku sudah tidak lagi menangani Persipura dan keputusan tersebut sudah diambil sebelum laga melawan Arema.
Posisinya digantikan oleh Mettu Dwaramury yang sebelumnya berstatus asisten pelatih. Sementara, instruksi dari pinggir lapangan kerap diteriakkan oleh Chris Yarangga

"Memang kami sudah siap bertanding. Tanpa pelatih juga bisa main, karena prinsip bermain adalah untuk tim. Apapun perintah pelatih kalau pemain tidak mau melaksanakan tidak akan bisa. Jadi, kalau sudah di lapangan tinggal kemampuan pemain," katanya.

Mettu juga mengakui tensi tinggi menyulitkan permainan. Dia juga menyesali keributan seperti di babak kedua itu harus terjadi. "Kami sangat menyanyangkan terjadinya keributan tersebut," ujarnya.(detikSport)

No comments:

Post a Comment