Roma - Federasi Sepakbola Italia (FIGC) melalui
presidennya, Carlo Tavecchio, mendorong penggunaan tayangan ulang video
untuk membantu wasit mengambil keputusan di tengah pertandingan
sepakbola.
Tavecchio telah mengirimkan permintaan resmi kepada FIFA agar tayangan ulang video bisa digunakan sebagai masukan sebelum wasit mengambil keputusan pada laga-laga Serie A mulai musim depan.
"Kapan pelaksanaannya tergantung International Football Association Board (IFAB) --badan yang mengurusi regulasi permainan-- dan berapa banyak tekanan yang diberikan FIFA kepada mereka," ujar Tavecchio kepada Sky Sport Italia.
"Kami telah membuka pintu dan berharap bisa menggunakan tayangan ulang video mulai musim depan," jelasnya.
Tavecchio juga menepis anggapan tayangan ulang video akan memperlambat tempo pertandingan dan menyebabkan keributan.
"Cuma butuh 11 detik untuk menganalisis sebuah insiden. Ini sangat singkat jika dibandingkan waktu yang terbuang untuk protes dan melakukan perayaan," katanya.
"Pengembangan di masa depan tentu saja tergantung IFAB dan kami tahu ini adalah prosedur yang melelahkan," ujar Tavecchio.
"Keputusan apakah penalti atau tidak tetap ada di tangan wasit karena keputusannya tetaplah yang tertinggi," tambahnya.
"Ini hanyalah teknologi sederhana untuk membantu wasit membuat keputusan. Kalau kita melihat federasi-federasi besar, Italia tentu yang pertama mengusulkan eksperimen ini," tutur Tavecchio.( detikSport)
Tavecchio telah mengirimkan permintaan resmi kepada FIFA agar tayangan ulang video bisa digunakan sebagai masukan sebelum wasit mengambil keputusan pada laga-laga Serie A mulai musim depan.
"Kapan pelaksanaannya tergantung International Football Association Board (IFAB) --badan yang mengurusi regulasi permainan-- dan berapa banyak tekanan yang diberikan FIFA kepada mereka," ujar Tavecchio kepada Sky Sport Italia.
"Kami telah membuka pintu dan berharap bisa menggunakan tayangan ulang video mulai musim depan," jelasnya.
Tavecchio juga menepis anggapan tayangan ulang video akan memperlambat tempo pertandingan dan menyebabkan keributan.
"Cuma butuh 11 detik untuk menganalisis sebuah insiden. Ini sangat singkat jika dibandingkan waktu yang terbuang untuk protes dan melakukan perayaan," katanya.
"Pengembangan di masa depan tentu saja tergantung IFAB dan kami tahu ini adalah prosedur yang melelahkan," ujar Tavecchio.
"Keputusan apakah penalti atau tidak tetap ada di tangan wasit karena keputusannya tetaplah yang tertinggi," tambahnya.
"Ini hanyalah teknologi sederhana untuk membantu wasit membuat keputusan. Kalau kita melihat federasi-federasi besar, Italia tentu yang pertama mengusulkan eksperimen ini," tutur Tavecchio.( detikSport)

No comments:
Post a Comment