Jakarta - Tidak satu-dua kali ada satwa-satwa nyasar
yang masuk tengah-tengah laga sepakbola. Kali ini ada seekor landak
kecil yang menyusup masuk, membuat pertandingan sempat terhenti, dan
melukai tangan hakim garis.
Pertandingan antara dua tim rival Southern League--kasta ketujuh dan kedelapan Inggris--Hitchin dan Arlesey Town di Red Insure Cup, Senin (13/10/2014) malam waktu setempat, awalnya berjalan sebagaimana biasa.
Barulah setelah satu jam laga berjalan pertandingan tersebut kedatangan si "tamu istimewa".
"Ada seseorang yang melihat landak itu ketika kebanyakan dari para pemain sedang berada di sisi lapangan yang lain. Posisi landak itu dekat garis lapangan--cuma landak kecil saja," beber Sekretaris Klub Hitchin Roy Izzard kepada BBC yang dikutip Mirror.
Pada awalnya hakim garis inisiatif berusaha memindahkan si hewan berduri. Tak berhasil, malah tangannya yang terluka. Kemudian giliran sang pengadil lapangan yang turun tangan.
"Hakim garis berusaha mengangkatnya sendirian, tapi aku pikir ia telah membuat tangannya terluka. Wasit menyelidikinya dan dengan keberanian lebih, ia memindahkannya ke sebuah pagar," kisah Izzard.
Dengan landak tersebut sudah ditepikan ke tempat yang aman, untuk si satwa itu sendiri dan juga buat orang-orang yang ada di atas lapangan, permainan pun dilanjutkan. Laga akhirnya tuntas dengan kemenangan 6-5 buat tim tamu lewat adu penalti, menyusul hasil seri 2-2.(detikSport)
Pertandingan antara dua tim rival Southern League--kasta ketujuh dan kedelapan Inggris--Hitchin dan Arlesey Town di Red Insure Cup, Senin (13/10/2014) malam waktu setempat, awalnya berjalan sebagaimana biasa.
Barulah setelah satu jam laga berjalan pertandingan tersebut kedatangan si "tamu istimewa".
"Ada seseorang yang melihat landak itu ketika kebanyakan dari para pemain sedang berada di sisi lapangan yang lain. Posisi landak itu dekat garis lapangan--cuma landak kecil saja," beber Sekretaris Klub Hitchin Roy Izzard kepada BBC yang dikutip Mirror.
Pada awalnya hakim garis inisiatif berusaha memindahkan si hewan berduri. Tak berhasil, malah tangannya yang terluka. Kemudian giliran sang pengadil lapangan yang turun tangan.
"Hakim garis berusaha mengangkatnya sendirian, tapi aku pikir ia telah membuat tangannya terluka. Wasit menyelidikinya dan dengan keberanian lebih, ia memindahkannya ke sebuah pagar," kisah Izzard.
Dengan landak tersebut sudah ditepikan ke tempat yang aman, untuk si satwa itu sendiri dan juga buat orang-orang yang ada di atas lapangan, permainan pun dilanjutkan. Laga akhirnya tuntas dengan kemenangan 6-5 buat tim tamu lewat adu penalti, menyusul hasil seri 2-2.(detikSport)

No comments:
Post a Comment