Jumat, 03/10/2014 13:53 WIB
Jakarta - Kurang dari sepekan tim nasional bakal
bertarung di Piala Asia U-19 di Myanmar. Kurniawan 'Si Kurus' Dwi
Yulianto meminta Evan Dimas dkk. utampil habis-habisan dan jangan
menyerah sampai detik terakhir tiap laga.
Timnas U-19 bakal memulai langkah membuka jalan ke Piala Dunia U-20 tahun depan lewat Piala Asia U-19 yang bergulir 9-23 Oktober di Myanmar. Menjadi juara adalah jalan paling aman, namun empat slot disediakan untuk negara-negara Asia dalam ajang yang akan digulirkan di Selandaia Baru tersebut.
Persiapan sudah dihelat timnas sebelum terbang ke Myanmar. Para pemain dan barisan pelatih telah bersama-sama sejak akhir Desember 2013 di Kota Batu, Jawa Timur. Serangkaian ujicoba sudah dilakoni. Dari tur nusantara, ke Timur Tengah, turnamen di Brunei Darussalam, sampai menjajal tim-tim Spanyol.
Kendati menjalani pertandingan yang rutin, Kurniawan menilai ada kelemahan yang justru bisa jadi gangguan tim dengan menghadapi lawan-lawan sesama tim Indonesia. Utamanya terkait lawan yang levelnya tak relatif di bawah timnas dan kuantitas yang terlalu banyak.
Timnas bahkan menunjukkan penampilan antiklimaks ketika tampil di Hassanal Bolkiah Trophy usai melakoni tur nusantara. Kekalahan demi kekalahan diraih. Kabar tak sedap mengikuti kalau turnamen itu bentuk dari negosiasi PSSI dengan pemilik hak siar. Padahal para pemain sudah kadung senang berangkat ke Spanyol untuk tampil dalam turnamen Cotif U-19 di Spanyol. Eh, menjelang hari H mereka tukar kepala dengan timnas U-21 yang diasuh Rudy Keltjes.
Kurniawan masih lega timnas mendapatkan ujicoba yang kembali menggairahkan semangat tampil para pemain dengan tur ke Spanyol. Setidaknya ajang itu menjadi obat kecewa bagi tim yang diasuh Indra Sjafrie tersebut.
"Terkait ujicoba keluar negeri dengan level yang di atas timnas, itu penting sekali untuk meningkatkan kualitas dan mental tandingnya. Kalau tur nusantara menurut saya terlalu banyak pertandingannya," kata Kurniawan.(sepak bola)
Timnas U-19 bakal memulai langkah membuka jalan ke Piala Dunia U-20 tahun depan lewat Piala Asia U-19 yang bergulir 9-23 Oktober di Myanmar. Menjadi juara adalah jalan paling aman, namun empat slot disediakan untuk negara-negara Asia dalam ajang yang akan digulirkan di Selandaia Baru tersebut.
Persiapan sudah dihelat timnas sebelum terbang ke Myanmar. Para pemain dan barisan pelatih telah bersama-sama sejak akhir Desember 2013 di Kota Batu, Jawa Timur. Serangkaian ujicoba sudah dilakoni. Dari tur nusantara, ke Timur Tengah, turnamen di Brunei Darussalam, sampai menjajal tim-tim Spanyol.
Kendati menjalani pertandingan yang rutin, Kurniawan menilai ada kelemahan yang justru bisa jadi gangguan tim dengan menghadapi lawan-lawan sesama tim Indonesia. Utamanya terkait lawan yang levelnya tak relatif di bawah timnas dan kuantitas yang terlalu banyak.
Timnas bahkan menunjukkan penampilan antiklimaks ketika tampil di Hassanal Bolkiah Trophy usai melakoni tur nusantara. Kekalahan demi kekalahan diraih. Kabar tak sedap mengikuti kalau turnamen itu bentuk dari negosiasi PSSI dengan pemilik hak siar. Padahal para pemain sudah kadung senang berangkat ke Spanyol untuk tampil dalam turnamen Cotif U-19 di Spanyol. Eh, menjelang hari H mereka tukar kepala dengan timnas U-21 yang diasuh Rudy Keltjes.
Kurniawan masih lega timnas mendapatkan ujicoba yang kembali menggairahkan semangat tampil para pemain dengan tur ke Spanyol. Setidaknya ajang itu menjadi obat kecewa bagi tim yang diasuh Indra Sjafrie tersebut.
"Terkait ujicoba keluar negeri dengan level yang di atas timnas, itu penting sekali untuk meningkatkan kualitas dan mental tandingnya. Kalau tur nusantara menurut saya terlalu banyak pertandingannya," kata Kurniawan.(sepak bola)

No comments:
Post a Comment