Saturday, 11 October 2014

'Ojek Mobil' Transportasi Andalan di Myanmar

Yangon - Jangan bayangkan Anda akan menemui taksi pada umumnya saat Anda berada di Yangon. Taksi di kota ini lebih terasa seperti ojek yang banyak beroperasi di Jakarta.

Taksi merupakan salah satu transportasi utama saat berada di Yangoon bagi para pelancong atau pendatang. Kurangnya alat transportasi yang memadai, larangan menggunakan kendaraan bermotor roda dua, dan juga kendala bahasa menjadi faktor penghambat untuk mengakses tranportasi umun di ibukota Myanmar itu.

Kendaraan yang digunakan pun beragam. Sebabnya, tak ada perusahaan operator taksi di Yangon. Seorang pemilik mobil pribadi boleh menjadikan kendaraannya taksi dengan mengajukan izin lebih dulu ke pihak berwenang.

Satu keunikan lainnya adalah biaya yang harus dibayarkan dinegosiasikan di muka. Tarif yang dikenakan tergantung jarak yang akan ditempuh.

Jika tidak cocok dengan harga yang dipatok, lantas bisa beralih ke taksi lainnya. Soal tarif ini jangan khawatir untuk ditipu. Sebabnya, dari beberapa Indonesia yang sempat di wawancara detikSport menyebutkan harga yang sama untuk tujuan yang sama.

Meski relatif cukup banyak sopir taksi yang bisa bahasa Inggris di sekitar hotel -dan beberapa bisa berbahasa melayu, tapi tak jarang juga Anda harus menggunakan bahasa 'tarzan' jika sedang apes mendapatkan pengemudi yang cuma bisa berkomunikasi dengan bahasa Myanmar.

Kebetulan, detikSport pernah memiliki pengalaman dengan dua jenis sopir taksi yang lancar berbahasa Inggris dan cuma berbahasa lokal.(detikSepakbola)

No comments:

Post a Comment