Manchester - Manajer Everton Roberto Martinez
menyanjung penampilan kiper Manchester United David De Gea. Menyebut
timnya sudah bermain baik, Martinez menilai anak asuhnya tak layak
mengalami kekecewaan.
Everton memetik kekalahan 1-2 kala bertandang ke Old Trafford, Minggu (5/10/2014) malam WIB. Meski kalah, penampilan Everton justru terbilang apik di laga tersebut. Statistik bahkan menunjukkan mereka lebih baik daripada tuan rumah.
Whoscored menunjukkan bahwa penguasaan bola relatif seimbang dengan 51%-49 untuk sedikit keunggulan anak asuh Martinez. Soal peluang, The Toffees mampu enam kali mengarahkan bola langsung ke gawang MU dari 10 percobaan. Sedangkan MU cuma punya empat tembakan tepat sasaran dari 15 upaya.
"Itu adalah pertandingan sepakbola yang fantastis. Kami mengerahkan segala upaya dan bermain dengan intensitas tinggi. Kami lambat di awal pertandingan dan saya tidak berpikir kami bakal bisa mendapatkan ritmenya. Tapi kami menunjukkan karakter dan tidak memperlihatkan kekecewaan setelah penalti yang gagal," kata dilansir Sky Sports.
"Para pemain tidak layak mengalami perasaan yang sekarang mereka rasakan. Tapi di sepakbola hal-hal seperti ini terjadi dan (David) De Gea adalah man of the match, dialah pembeda di papan skor," tambahnya.
De Gea memang jadi penampil terbaik di laga ini, usai melakukan sejumlah penyelamatan gemilang. Beberapa di antaranya adalah menepis penalti Leighton Baines, menggagalkan sepakan Leon Osman, dan percobaan Bryan Oviedo di menit-menit akhir.
"Semua orang di stadion menantikan jala bergoyang ketika Osman dan Oviedo mendapatkan kesempatan-kesempatan tersebut. De Gea menampilkan performa yang luar biasa, yang mana menghentikan kami mendapatkan skor positif," tandas pelatih asal Spanyol ini.(detikSport)
Everton memetik kekalahan 1-2 kala bertandang ke Old Trafford, Minggu (5/10/2014) malam WIB. Meski kalah, penampilan Everton justru terbilang apik di laga tersebut. Statistik bahkan menunjukkan mereka lebih baik daripada tuan rumah.
Whoscored menunjukkan bahwa penguasaan bola relatif seimbang dengan 51%-49 untuk sedikit keunggulan anak asuh Martinez. Soal peluang, The Toffees mampu enam kali mengarahkan bola langsung ke gawang MU dari 10 percobaan. Sedangkan MU cuma punya empat tembakan tepat sasaran dari 15 upaya.
"Itu adalah pertandingan sepakbola yang fantastis. Kami mengerahkan segala upaya dan bermain dengan intensitas tinggi. Kami lambat di awal pertandingan dan saya tidak berpikir kami bakal bisa mendapatkan ritmenya. Tapi kami menunjukkan karakter dan tidak memperlihatkan kekecewaan setelah penalti yang gagal," kata dilansir Sky Sports.
"Para pemain tidak layak mengalami perasaan yang sekarang mereka rasakan. Tapi di sepakbola hal-hal seperti ini terjadi dan (David) De Gea adalah man of the match, dialah pembeda di papan skor," tambahnya.
De Gea memang jadi penampil terbaik di laga ini, usai melakukan sejumlah penyelamatan gemilang. Beberapa di antaranya adalah menepis penalti Leighton Baines, menggagalkan sepakan Leon Osman, dan percobaan Bryan Oviedo di menit-menit akhir.
"Semua orang di stadion menantikan jala bergoyang ketika Osman dan Oviedo mendapatkan kesempatan-kesempatan tersebut. De Gea menampilkan performa yang luar biasa, yang mana menghentikan kami mendapatkan skor positif," tandas pelatih asal Spanyol ini.(detikSport)

No comments:
Post a Comment