Friday, 17 October 2014

Tim HWC Sudah Siap Tampil di Chile, Perkara Rendang pun Tak Lagi Jadi Kendala

Jakarta - Kerisauan mengenai masalah perut sempat menggelayut di kubu tim Indonesia yang akan tampil di Homeless World Cup (HWC) 2014. Tetapi kesiapan total untuk tampil di sana sudah mereduksi kendala itu sedemikian rupa.

Tak sampai 48 jam lagi tim Indonesia akan bertolak dari Tanah Air menuju Santiago, Chile, untuk mengikuti perhelatan HWC 2014 yang berlangsung 19-26 Oktober mendatang. Dikatakan Febby Arhemsyah selaku manajer tim dalam obrolannya dengan detikSport, para pemain sudah amat siap secara fisik meski sempat ada sedikit masalah terkait aspek psikologis.

"Pengamatan kami nggak ada masalah. Yudi (Ramanda, pemain dari Sumatera Utara) memang sempat sedikit tegang. Di mind set-nya sulit makan (di Chile) kalau tidak pakai rendang. Ibunya sudah mengirimi rendang, banyak banget. Nanti mungkin dipisah-pisah saja supaya bisa dibawa," tutur Febby sambil tertawa kecil.

Mengingat negeri yang akan disambangi ada di belahan bumi berbeda, ditambah dengan durasi waktu yang tak sebentar di sana, munculnya kerisauan--entah itu soal cocok-tidak-cocoknya perut dengan makanan setempat, kendala bahasa, rasa rindu rumah dan keluarga, atau apapun juga--tentu jadi hal manusiawi.

Namun demikian, demi mengobarkan semangat sekaligus membelokkan pola pikir pada hal yang lebih positif, beberapa hari lalu pematangan kesiapan mental pun dilakukan di bawah arahan Ginanjar Koesmayadi, founder and co-director Rumah Cemara selaku national organizer HWC di Indonesia.

"Senin malam Ginan kasih motivasi terakhir. Para pemain masing-masing ditanya makna mereka bermain bola itu apa. Mereka juga diminta main dengan lepas. Itu cukup membantu," ungkap Febby.

Dari segi fisik, para pemain Indonesia yang akan berlaga di HWC 2014 sudah menggembleng diri dengan bermain street soccer selama 36 jam nonstop pada 3-4 Oktober lalu di lapangan Bandung Wetan, yang berlokasi di bawah jembatan layang Pasupati, Bandung. Tindakan itu juga dilakukan untuk memenuhi nazar setelah kendala dana teratasi. Saat itu tim HWC secara bergiliran menghadapi puluhan tim yang datang ke lokasi. Sempat terlihat kelelahan karena minimnya waktu istirahat, nazar bermain 36 jam akhirnya sukses terpenuhi.(detikSport)

No comments:

Post a Comment