Santiago - Melelahkan, tapi seru pisan.
Begitulah salah satu kesan yang dilontarkan pemain tim Indonesia untuk
tim Homeless World Cup 2014 setelah sampai di Santiago, Chile, setelah
melewati perjalanan udara sekitar nyaris satu hari penuh--belum termasuk
waktu transit.
Berangkat dari Indonesia menggunakan maskapai Qatar Airways, Jumat (17/8/2014) pukul 00.10 WIB, rombongan tim Indonesia, termasuk detikSport, akhirnya tiba di Santiago, Chile, Sabtu (18/10) sekitar pukul 2.00 WIB.
Dihitung-hitung, ada sekitar 23 jam perjalanan udara yang ditempuh plus dua kali transit di Doha, Qatar, dan Sao Paulo, Brasil, masing-masing kurang lebih empat jam.
"Cukup melelahkan, tapi seru pisan," ceplos Rizal Sepuloh (24), pemain dari Jawa Barat.
Untuk Rizal, pengalaman ke luar negeri bukanlah kali pertama ia lakukan. Sebelumnya ia juga pernah melawat ke Malaysia untuk ikut serta dalam turnamen futsal di Malaysia. Tapi tetap saja ini jadi pengalaman tersendiri mengingat jauhnya lokasi dan waktu tempuh.
Sementara Akhmad Fauzi (20) pemain dari DKI Jakarta mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam usai tiba di Santiago yang akan menjadi tuan rumah Homeless World Cup tahun ini.
"Subhanallah," tutur pemuda yang kini juga tercatat sebagai mahasiswa UKI itu.
"Kalau saya sebelumnya pernah ke luar negeri, tapi cuma di Asia Tenggara. Salah satunya pernah ikut turnamen di Thailand," tambahnya.(detikSport)
Berangkat dari Indonesia menggunakan maskapai Qatar Airways, Jumat (17/8/2014) pukul 00.10 WIB, rombongan tim Indonesia, termasuk detikSport, akhirnya tiba di Santiago, Chile, Sabtu (18/10) sekitar pukul 2.00 WIB.
Dihitung-hitung, ada sekitar 23 jam perjalanan udara yang ditempuh plus dua kali transit di Doha, Qatar, dan Sao Paulo, Brasil, masing-masing kurang lebih empat jam.
"Cukup melelahkan, tapi seru pisan," ceplos Rizal Sepuloh (24), pemain dari Jawa Barat.
Untuk Rizal, pengalaman ke luar negeri bukanlah kali pertama ia lakukan. Sebelumnya ia juga pernah melawat ke Malaysia untuk ikut serta dalam turnamen futsal di Malaysia. Tapi tetap saja ini jadi pengalaman tersendiri mengingat jauhnya lokasi dan waktu tempuh.
Sementara Akhmad Fauzi (20) pemain dari DKI Jakarta mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam usai tiba di Santiago yang akan menjadi tuan rumah Homeless World Cup tahun ini.
"Subhanallah," tutur pemuda yang kini juga tercatat sebagai mahasiswa UKI itu.
"Kalau saya sebelumnya pernah ke luar negeri, tapi cuma di Asia Tenggara. Salah satunya pernah ikut turnamen di Thailand," tambahnya.(detikSport)

No comments:
Post a Comment