ay Pyi Taw - Jersey menjadi sebuah identitas bagi
sebuah klub sepakbola. Bagi para pendukungnya, kaos tim kesayangan itu
bisa dijadikan cara untuk membuka pembicaraan dengan orang asing dan
menjalin pertemanan.
Hal itulah yang dialami detikSport saat berada di ibukota Myanmar, Nay Pyi Taw. Ketika hendak masuk ke sebuah tempat makan malam, dua orang warga negara Jepang tiba-tiba menyapa kami.
Ternyata, kaos Nagoya Grampus yang kami pakai menjadi sebabnya. Jersey itu pun menjadi awal perbincangan hangat kami, pertanyaan bagaimana kaos itu didapatkan lantas diutarakan oleh dua warga negara Jepang bernama Masanori dan Shoici itu. Kebetulan mereka berada di Nay Pyi Taw demi urusan bisnis di kota yang resmi jadi pusat pemerintahan Myanmar sejak tahun 2006 itu.
"Halo, kaos ini kamu dapat dari mana? Kamu pendukung Nagoya Grampus?" tanya Masanori untuk membuka perbincangan.
Jawaban bahwa jersey juara Liga Jepang tahun 2010 itu merupakan buah tangan dari seorang teman tampaknya cukup memuaskan mereka. Setelah itu, Masori sibuk mengatur untuk Shoici berfoto dengan detikSport.
"Kalian dari Indonesia? Di Liga Jepang ada pemain Indonesia (Irfan Bachdim di Ventforet Kofu)," ucap Masanori.
Shoici yang mengaku gila sepakbola, tak mau kalah. Dia mengaku mengikuti ajang Piala Asia U-19 yang sedang bergulir di Myanmar.
"Saya menyaksikan pertandingan saat Myanmar mengalahkan Thailand 3-0. Kalau Indonesia, saya lihat nomor 20 (Ilham Udin Armaiyn) bermain bagus," kata Siochi.
"Indonesia akan bertanding melawan UEA kan? Saya doakan menang ya," tambahnya.
detikSport juga punya pengalaman unik lainnya saat mengenakan jersey Yangon United. Ketika berada di lobi hotel
di Yangon, para bell boy hotel
itu lantas menghampiri.
"Jersey originalnya Yangon United ya?" tanyanya lalu tersenyum.(detikSepakbola)
Hal itulah yang dialami detikSport saat berada di ibukota Myanmar, Nay Pyi Taw. Ketika hendak masuk ke sebuah tempat makan malam, dua orang warga negara Jepang tiba-tiba menyapa kami.
Ternyata, kaos Nagoya Grampus yang kami pakai menjadi sebabnya. Jersey itu pun menjadi awal perbincangan hangat kami, pertanyaan bagaimana kaos itu didapatkan lantas diutarakan oleh dua warga negara Jepang bernama Masanori dan Shoici itu. Kebetulan mereka berada di Nay Pyi Taw demi urusan bisnis di kota yang resmi jadi pusat pemerintahan Myanmar sejak tahun 2006 itu.
"Halo, kaos ini kamu dapat dari mana? Kamu pendukung Nagoya Grampus?" tanya Masanori untuk membuka perbincangan.
Jawaban bahwa jersey juara Liga Jepang tahun 2010 itu merupakan buah tangan dari seorang teman tampaknya cukup memuaskan mereka. Setelah itu, Masori sibuk mengatur untuk Shoici berfoto dengan detikSport.
"Kalian dari Indonesia? Di Liga Jepang ada pemain Indonesia (Irfan Bachdim di Ventforet Kofu)," ucap Masanori.
Shoici yang mengaku gila sepakbola, tak mau kalah. Dia mengaku mengikuti ajang Piala Asia U-19 yang sedang bergulir di Myanmar.
"Saya menyaksikan pertandingan saat Myanmar mengalahkan Thailand 3-0. Kalau Indonesia, saya lihat nomor 20 (Ilham Udin Armaiyn) bermain bagus," kata Siochi.
"Indonesia akan bertanding melawan UEA kan? Saya doakan menang ya," tambahnya.
detikSport juga punya pengalaman unik lainnya saat mengenakan jersey Yangon United. Ketika berada di lobi hotel
"Jersey originalnya Yangon United ya?" tanyanya lalu tersenyum.(detikSepakbola)

No comments:
Post a Comment