Wednesday, 15 October 2014

Menlu Serbia Sebut Ada Provokasi Politik di Laga Lawan Albania

Belgrade - Duel babak grup Kualifikasi Piala Eropa antara Serbia dengan Albania berakhir ricuh. Menteri Luar Negeri Serbia Ivica Dacic mengatakan situasi itu muncul akibat provokasi politik.

Duel dua tim di Stadion Partizana Rabu (15/10/2014) dinihari WIB dalam babak Grup I berlangsung biasa-biasa saja hingga lima menit menjelang turun minum. Tapi, kemudian ada drone yang tiba-tiba masuk ke tengah lapangan.

Diduga drone itu dikendalikan oleh fans Albania di luar stadion. Ya, seperti diketahui, laga itu--sesuai rekomendasi UEFA--tak mengijinkan ditonton langsung suporter Albania dengan pertimbangan keamanan. Sebab, ada potensi rusuh mengingat sejarah kedua negara yang memang tak akur.

Drone itu rupanya membawa bendera Albania. Pemain Serbia Stefan Mitrovic pun mencoba menghentikan drone dan melepaskan bendera itu. Para pemain Albania pun panas dan mendekati Mitrovic. Suporter dan para pemain Serbia terpancing. Kerusuhan pun tak dapat dihindarkan.

"Ini sebuah provokasi politik," kata Dacic seperti dikutip Reuters.

"Pertanyaan utama buatku adalah bagaimana reaksi Uni Eropa dan UEFA karena kalau orang Serbia yang mengibarkan bendera Serbia di Tirana atau Pristina (ibukota Kosovo) itu bakal jadi agenda Dewan Keamanan PBB," keluh pria 48 tahun itu.

Laga itu akhirnya dihentikan setelah ditunda selama 30 menit. UEFA akan menginvestigasi insiden tersebut.(detikSport)

No comments:

Post a Comment